SD pertamaku di Bandung.
SDN Buahbatu V.
Begitu sederhana.
Bersahaja pula para gurunya.
Tapi tak mengurangi kehebatan dalam pentransferan ilmu pada anak-anak didiknya.
Ada Bu Sa'diah, Pak Asep, Bu Ayi, dan ada satu guruku yang cantik yang tak tahu kenapa saat ini aku lupa nama beliau.
Jika nanti aku mampir ke Bandung dan bukan pada saat liburan sekolah,
aku ingin sekali silaturahim dengan mereka yang mengajarkanku dengan hampir sempurna.
Karena aku tinggal di daerah, aku pun belajar Kesenian Daerah pula.
Aku belajar degung di sekolah. Gratis.
Aku belajar tari Sunda di ASTI. Tidak gratis.
Bersyukur aku memiliki ayah & ibu yang begitu care kepada anak-anaknya, hingga kami pun selalu punya kesibukan lain di samping belajar formal di sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan lainnya di sekolah non-formal yang pada saat itu, tidak se-menjamur seperti sekarang ini yang begitu banyak pilihan sanggar ataupun perkumpulan seni di mana-mana.
Di depan rumahku, di Jalan Logam, Kompleks Anggaran Departemen Keuangan,
masih terbentang sawah.
Kakakku suka naik munding (kerbau) dengan riang.
Aku pun sering mentertawakan kakakku dengan senang.
Aku dulu sering main polisi-polisian dengan teman-teman sebaya.
naik sepeda keliling-keliling kampung.
Senaaaaa.....ng sekali rasanya.
Tetanggaku sebelah rumah, orang Jakarta
Mereka selalu cerita tentang Jakarta
yang indah-indah...
Sekitar kelas 5 SD, aku dapat kesempatan bernyanyi di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta bersama teman-teman dari Bina Vokalia Bandung.
Wuaduh... tak terkira rasanya.
Seperti mimpi bisa ke Jakarta lagi...
Senin, Oktober 13, 2008
SD-ku (part-1)
Label: Cerita-ku
Diposting oleh HASTUTI di Senin, Oktober 13, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar