Pernah ngerasa'in bir pletok?
wah... uenak tenan... beneran dech...!
rasanya suegeer.
Minuman khas betawi ini aku kenal kira-kira setahun yang lalu.
Di dekat PKG Rawa Bunga Jakarta Timur,
ada warung Betawi.
yang jual nasi kebuli, soto betawi, pecel ayam dan masakan betawi lainnya
serta... BIR PLETOK.
Awalnya aku ragu, koq nama minumannya bir pletok sich?
apa mengandung unsur-unsur kimia yang menyerupai alkohol atau memang jangan-jangan bir beneran?
Kebetulan, waktu itu aku makan di warung betawi itu bareng sama temenku yang kebetulan juga orang Betawi.
Nach... aku tanya dech sama temenku ini - temen guru Seni dari SMPN 215 - Bu Nana, namanya.
Kata Bu Nana, bir pletok memang minuman khas Betawi yang dibuat dari jahe, kayu manis dan campuran rempah-rempah lainnya. Dan, tentu saja asli Halal 100% alias ga ada unsur-unsur yang mendekati pada kategori bir.
Trus..., karena aku agak penasaran, aku tanya sama penjualnya. Dan jawaban dari penjualnya yang asli orang Betawi itu, hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum kecil ke aku.
Dia bilang: kita khan orang Betawi Bu, masa' bikin yang haram... ga' mungkin lha...
Akhirnya aku pesen dech : "Bir pletok hangat 1 gelas".
Dan, asli. Enak...
Sekarang kalo aku ada acara MGMP Seni di PKG Rawa Bunga,
aku sering mampir ke warung Betawi di pertigaan jalan itu.
Kadang sambil makan siang.
Kadang hanya menyeruput segelas bir pletok.
Nah... yang seru kejadian hari ini.
Hari ini ada Rapat MGMP Seni di dekat warung betawi yang jual bir pletok.
Dan aku mengajak beberapa teman untuk mencoba bir pletok.
Mereka tergiur dengan promosi bir pletok yang aku promokan.
Akhirnya,
setelah selesai rapat MGMP,
kita makan siang di warung betawi itu. Menyantap nasi+pecel ayam dan .... segelas bir pletok.
Semuanya bersemangat lho memesan bir pletok.
Selesai makan pecel ayam, aku langsung menyeruput bir pletok hangatku.
Wuah... uenak buanget...!!!
Dan, teman-temanku juga ikut menyeruput bir pletok nya masing-masing.
Tapi... tiba-tiba saja,
wajah teman-temanku ini langsung berubah pucat pasi dan mengernyitkan dahi serta menatap aku tanpa makna.
Lalu aku tanya: "enak khan bir pletoknya?"
mereka tak menjawab.
hanya menggelengkan kepala.
1 menit kemudian mereka baru bilang... rasa minumannya amat sangat aneh.
Mereka merasa "terjebak dan terjerat" oleh promo bir pletok-ku.
hehehe...
masih mau coba?
bir pletok hangat atau dingin ...
sama koq enaknya.
