Rabu, Januari 28, 2009

BIR PLETOK...!!!

Pernah ngerasa'in bir pletok?

wah... uenak tenan... beneran dech...!
rasanya suegeer.
Minuman khas betawi ini aku kenal kira-kira setahun yang lalu.

Di dekat PKG Rawa Bunga Jakarta Timur,
ada warung Betawi.
yang jual nasi kebuli, soto betawi, pecel ayam dan masakan betawi lainnya 
serta... BIR PLETOK.

Awalnya aku ragu, koq nama minumannya bir pletok sich?
apa mengandung unsur-unsur kimia yang menyerupai alkohol atau memang jangan-jangan bir beneran?

Kebetulan, waktu itu aku makan di warung betawi itu bareng sama temenku yang kebetulan juga orang Betawi. 
Nach... aku tanya dech sama temenku ini - temen guru Seni dari SMPN 215 - Bu Nana, namanya.
Kata Bu Nana, bir pletok memang minuman khas Betawi yang dibuat dari jahe, kayu manis dan campuran rempah-rempah lainnya. Dan, tentu saja asli Halal 100% alias ga ada unsur-unsur yang mendekati pada kategori bir.

Trus..., karena aku agak penasaran, aku tanya sama penjualnya. Dan jawaban dari penjualnya yang asli orang Betawi itu, hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum kecil ke aku.
Dia bilang: kita khan orang Betawi Bu, masa' bikin yang haram... ga' mungkin lha...

Akhirnya aku pesen dech : "Bir pletok hangat 1 gelas".
Dan, asli. Enak...
Sekarang kalo aku ada acara MGMP Seni di PKG Rawa Bunga,
aku sering mampir ke warung Betawi di pertigaan jalan itu.
Kadang sambil makan siang.
Kadang hanya menyeruput segelas bir pletok.

Nah... yang seru kejadian hari ini.
Hari ini ada Rapat MGMP Seni di dekat warung betawi yang jual bir pletok.
Dan aku mengajak beberapa teman untuk mencoba bir pletok.
Mereka tergiur dengan promosi bir pletok yang aku promokan.

Akhirnya,
setelah selesai rapat MGMP,
kita makan siang di warung betawi itu. Menyantap nasi+pecel ayam dan .... segelas bir pletok.
Semuanya bersemangat lho memesan bir pletok.

Selesai makan pecel ayam, aku langsung menyeruput bir pletok hangatku.
Wuah... uenak buanget...!!!
Dan, teman-temanku juga ikut menyeruput bir pletok nya masing-masing.

Tapi... tiba-tiba saja, 
wajah teman-temanku ini langsung berubah pucat pasi dan mengernyitkan dahi serta menatap aku tanpa makna.

Lalu aku tanya: "enak khan bir pletoknya?"
mereka tak menjawab.
hanya menggelengkan kepala.

1 menit kemudian mereka baru bilang... rasa minumannya amat sangat aneh.
Mereka merasa "terjebak dan terjerat" oleh promo bir pletok-ku.

hehehe...
masih mau coba?
bir pletok hangat atau dingin ...
sama koq enaknya.


Sabtu, Januari 24, 2009

Akhlaq Islam

1. Defini Akhlaq


  • Menurut bahasa : tabiat dan kebiasaan
  • Menurut istilah: Kondisi jiwa yang mantap, darinya keluar perbuatan dan perkataan dengan mudah tanpa pikir dan angan-angan
2. Urgensi akhlaq dalam Islam

  • Perilaku manusia selalu bersesuaian dengan nilai dan sifat yang telah tetap dan melekat di dalam kalbunya. 
  • Sesungguhnya sikap manusia untuk berbuat atau tidak berbuat , selalu dia timbang dengan menggunakan akhlaq sebagai ukurannya. Jadi benar dan tidaknya sikap tersebut sangat tergantung pada nilai akhlaq yang ada dalam kalbunya.
3.  Kedudukan akhlaq dalam Islam

  • Sebagai sebab diturunkannya risalah
  • Sebagai definisi dari agama
  • Penyebab masuk surga
  • Alloh mensifat Rosululloh dengan "Husnul Khuluk" (QS 4:67)
  • Rosululloh berdoa kepada Alloh agar dibaguskan akhlakqnya
  • Yang paling dicintai oleh Rasululloh
4. Karakteristik akhlaq dalam Islam

  • Menyeluruh
  • Komitmen
  • Mendapat balasan yang baik bagi yang melakukannya
  • Sesuai dengan fitrah yang benar
  • Selalu dikaitkan dengan nilai-nilai iman
5. Jalan menuju akhlaq yang baik

  • Membekali diri dengan ilmu
  • Mengokohkan nilai-nilai Islam
  • Berlatih mengerjakan akhlaq yang baik
  • Menjalankan berbagai macam ibadah
  • Bergaul dengan orang-orang yang sholih
  • Mengambil teladan yang baik
  • Meninggalkan lingkungan yang jelek dan mencari lingkungan yang baik
  • Membiasakan diri untuk menerima nasehat
(diambil dari diktat dan penjelasan dosen STIDDI Al-Hikmah - Jakarta)

Akhlaq Islam

1. Defini Akhlaq


  • Menurut bahasa : tabiat dan kebiasaan
  • Menurut istilah: Kondisi jiwa yang mantap, darinya keluar perbuatan dan perkataan dengan mudah tanpa pikir dan angan-angan
2. Urgensi akhlaq dalam Islam

  • Perilaku manusia selalu bersesuaian dengan nilai dan sifat yang telah tetap dan melekat di dalam kalbunya. 
  • Sesungguhnya sikap manusia untuk berbuat atau tidak berbuat , selalu dia timbang dengan menggunakan akhlaq sebagai ukurannya. Jadi benar dan tidaknya sikap tersebut sangat tergantung pada nilai akhlaq yang ada dalam kalbunya.
3.  Kedudukan akhlaq dalam Islam

  • Sebagai sebab diturunkannya risalah
  • Sebagai definisi dari agama
  • Penyebab masuk surga
  • Alloh mensifat Rosululloh dengan "Husnul Khuluk" (QS 4:67)
  • Rosululloh berdoa kepada Alloh agar dibaguskan akhlakqnya
  • Yang paling dicintai oleh Rasululloh
4. Karakteristik akhlaq dalam Islam

  • Menyeluruh
  • Komitmen
  • Mendapat balasan yang baik bagi yang melakukannya
  • Sesuai dengan fitrah yang benar
  • Selalu dikaitkan dengan nilai-nilai iman
5. Jalan menuju akhlaq yang baik

  • Membekali diri dengan ilmu
  • Mengokohkan nilai-nilai Islam
  • Berlatih mengerjakan akhlaq yang baik
  • Menjalankan berbagai macam ibadah
  • Bergaul dengan orang-orang yang sholih
  • Mengambil teladan yang baik
  • Meninggalkan lingkungan yang jelek dan mencari lingkungan yang baik
  • Membiasakan diri untuk menerima nasehat
(diambil dari diktat dan penjelasan dosen STIDDI Al-Hikmah - Jakarta)

Keistimewaan Al-Qur'an

Al-Qur'an sebagai landasan hidup manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab yang lain.
Beberapa keistimewaan tersebut antara lain:

1. Keistimewaan Tilawah (membaca)

Al-Qur'an adalah sebuah kitab yang harus dibaca, bahkan sangat dianjurkan untuk dijadikan sebagai bacaan harian. Alloh SWT menilainya sebagai ibadah bagi siapapun yang membacanya. Pahala yang Alloh berikan tidak dihitung per ayat atau per kata, melainkan per huruf, sebagaimana penjelasan Rosululloh saw:
"Saya tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf."
(HR. Tarmidzi)

2. Keistimewaan Tadabbur (merenungkan)

Al-Qur'an mampu menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakal selalu dibaca dan ditadabburkan makna yang terkandung dalam setiap ayat-ayatnya.

Alloh SWT berfirman:
"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu sebuah ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Alkitab itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu? Tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus".
[QS Asy-Syuro (42) :52]

"Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mentadabburkan ayat-ayat-Nya dan supaya menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal".
[QS Shod (38) :29]

3. Keistimewaan Hifzh (menghafal)

Al-Qur'an selain dibaca dan direnungkan juga perlu untuk dihafal. Dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal ini merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolok ukur keimanan dalam hati seseorang.

Aloh SWT berfirman:
"Sebenarnya Al-Qur;an itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim".
[QS 'Ankabut (29) :49]

Rosululloh saw bersabda:
"Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat dari pada Al-Qur'an, bagaikan rumah yang tidak berpenghuni".
(HR. Tarmidzi)

Pada hakikatnya tilawah bukanlah hal yang sederhana, namun dalam bertilawah seorang qori' (pembaca) dituntut untuk menjaga keaslian (asholah) bacaan Al-Qur'an seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui Jibril. 
Alloh SWT berfirman:
"Apabila Kami telah selesai membacakannya, makaikutilah bacaannya itu".
[QS Qiyamah (75) :18]

Karena itu Rosul pun menunjuk dan memberi kepercayaan kepada beberapa orang sahabat untuk mengajarkannya, di antara mereka adalah Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab dan Salim Maula Abi Hudzaifah. 
Para sahabat kemudian mengajarkan kepada para tabi'in dan demikianlah seterusnya Al-Qur'an diajarkan secara turun temurun dalam keadaan asli tanpa terkurangi huruf-hurufnya, kalimat-kalimatnya, bahwan sampai teknis membacanya. Untuk menjaga keaslian Al-Qur'an, ulama menjaga sana Al-Qur'an (runtutan para pengajar Al-Qur'an sejak zaman Rosul hingga sekarang).
Maka tidak heran kalau Imam Al-Jazari mewajibkan kepada setiap muslim untuk membaca dengan tajwid, karena hal ini merupakan penjagaan terhadap keaslian Al-Qur'an.
Beliau mengatakan dalam manjzumah Al-Jazariyah:
"Membaca Al-Qur'an dengan tajwid hukumnya wajib, barang siapa yang tidak membacanya dengan tajwid maka berdosa, karena dengan tajwidlah Alloh menurunkan Al-Qur'an dan demikianlah Al-Qur'an sampai kepada kita dari-Nya."

Karena itulah, metode yang asasi dan asli dalam mempelajari Al-Qur'an adalah dengan metode Talaqqi yaitu  mempelajari Al-Qur'an melalui seorang guru secara langsung atau berhadap-hadapan, dimulai dari surat Al-Fatihah sampai An-Naas.

Mengingat terbatasnya jumlah orang-orang yang menguasai Al-Qur'an terutama dalam hal tilawah, maka ulama ahli qiro'ati meletakkan kaidah-kaidah cara membaca yang baik dan benar yang disebut dengan tajwid.

(diambil dari Pedoman Dauroh Al-Qur'an, Abdul Aziz Abdur Rauf, Al-Hafizh, Lc.)

Ayo Perbaiki Bacaan Qur'an kita...!

Masya Alloh,


ternyata dari banyak ilmu yang sudah dipelajari oleh kita, ternyata ada satu hal yang sepertinya sedikit banyak telah ditinggalkan oleh masyarakat kita.
Membaca Al-Qur'an yang baik dan benar sesuai dengan makhrojul huruf dan sifatnya.

Banyak orang yang lancar membaca Al-Qur'an, tetapi tidak memperhatikan tajwidnya.
Jadi, baiknya bagi yang sudah lancar membaca Al-Qur'an (apalagi yang belum), segeralah untuk mengikut program Tahsin. Saat ini banyak lembaga yang membuka program tahsin baik dalam bentuk formal ataupun non-formal.

Lebih kurang 6 bulan yang lalu, saya dan beberapa kawan yang tergolong sudah cukup lancar membaca Al-Qur'an, memberanikan diri mengikuti program Tahsin di dekat rumah.
Hasilnya? begitu mengagetkan. Ternyata saya dan kawan-kawan tersebut masuk ke kelas Pra Tahsin.
Artinya, bacaan Qur'an kami memang belum betul. Mungkin jika orang awam yang mendengarkan bacaan tersebut, tidak terlalu kentara "kesalahan" kami. Tapi, jika didengar oleh "ahlinya", maka bacaan kami memang harus segera diperbaiki.

Ayo, perbaiki bacaan Qur'an kita...!

Kampus Perjuangan

Alhamdulillah wa syukurillah,

Subhanalloh...
Alloh Yang Maha Menggerakkan hati dan langkah ini,
hingga sampai pula kaki ini berada di Kampus Perjuangan STIDDI Al-Hikmah di Mampang, Jakarta Selatan.

Rasanya, 
baru kali ini belajar "beneran".
Ada sesuatu yang berbeda untuk kuliah kali ini.
Ada proses pembelajaran yang lebih bermakna, terutama dari kebersahajaan para Dosennya yang sungguh tak diragukan pula kepandaian ilmunya.

Nikmat sekali pembelajaran kali ini.
Setelah setahun menunda untuk bergabung di ma'had ini, 
akhirnya sampai pula merasakan ilmu-ilmu yang disampaikan oleh orang-orang yang juga tak sekedar dapat berbicara, tapi mengamalkannya dalam kehidupan keseharian.

Jazakumulloh khoiron katsiron ya Ustadz dan Ustadzah di ma'had.
Moga kita sama-sama dapat istiqomah untuk tetap menuntut ilmu, meluaskannya dan menjaganya karena Alloh SWT.

Aamiin.